Sabtu, 15 Maret 2014

Tugas Akuntansi Internasional 1

TUGAS AKUNTANSI INTERNASIONAL

Nama   : Indah Fajar Fitriana
NPM   : 23210492
Kelas   : 4 EB16

Soal 1 :
Akuntansi dapat dianggap memiliki tiga komponen : pengukuran, pengungkapan dan auditing. Apakah keuntungan dan kerugian dari klasifikasi ini ? Dapatkah anda menyarankan klasifikasi alternatif yang mungkin berguna ?
Jawab Soal 1 :
a. Pengukuran 
 Pengukuran adalah proses mengidentifikasi, mengelompokkan dan menghitung aktivitas ekonomi dan transaksi, memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas dan operasi.
  • Keuntungan : Dapat memberikan informasi secara lebih terinci.
  • Kerugian : Informasi yang diberikan tidak menyeluruh, hanya mencakup profitabilitas dan kekuatan posisi keuangan suatu perusahaan
    b. Pengungkapan
     Proses mengkomunikasikan kepada para pengguna.
    • Keuntungan :  Informasi yang diberikan tepat sasaran kepada para pengguna yang diharapkan
    • Kerugian :  Pengungkapan hanya berpusat pada isu-isu, sehingga belum sesuai dengan fakta yang ada
     c. Auditing
    Proses atestasi terhadap keandalan pengukuran dan komunikasi.
    • Keuntungan : Dapat mengevaluasi kesalahan yang terjadi dalam laporan keuangan dan dapat mengetahui kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam suatu perusahaan.
    • Kerugiaan :  Jika auditing dilakukan oleh auditor internal hasil auditnya kemungkinan subjektif karena dapat mengikuti permintaan manajemen. Dan jika auditing dilakukan oleh auditor eksternal akan membutuhkan biaya yang besar untuk menyewa jasa auditor eksternal.
     d. Saran klasifikasi
    Saran klasifikasi alternatif yang berguna adalah auditing, karena adanya auditing dapat mengevaluasi kinerja perusahaan dari laporan keuangannya dan apabila terjadi kesalahan dapat dijadikan bahan pembelajaran untuk kedepannya. 

    Soal 2 : 
    Mengapa masalah-masalah akuntansi internasional semakin penting dan rumit dalam tahun-tahun belakangan ini ?
    Jawab Soal 2 :  
    Dalam dunia seperti ini, investasi dan pendanaan pembiayaan di warnai oleh implikasi-implikasi internasional. Saat ini akuntansi telah berkembang pada tahap kedewasaan menjadi suatu aspek integral dari bisnis dan keuangan global. Fungsi akuntansi yang demikian penting dalam kehidupan bisnis dan keuangan, menunjukan bahwa akuntansi dalam masyarakat bisnis atau internasional melakukan fungsi saja.
    Akuntansi internasioanl memiliki peranan yang serupa dengan konteks yang lebih luas, dimana lingkup pelaporannya adalah untuk perusahaan multinasional dengan transaksi dan operasi lintas batas negara atau perusahaan dengan kewajiban pelaporan kepada para pengguna laporan di negara lain.
     Saat ini akuntansi  beroperasi antara lain dalam lingkungan perilaku, sektor publik dan internasional. Akuntansi menyediakan informasi bagi pasar modal baik domestik maupun internasional. Akuntansi telah meluas kedalam area konsultasi manajemen dan melibatkan lebih besar porsi teknologi dalam sistem dan prosedurnya. 
    Akuntansi internasional sangat penting karena dalam akuntansi internasional mempelajari prinsip-prinsip akuntansi untuk memahami laporan keuangan secara internasional dan budaya  usaha yang mendasarinya.
    Akuntansi internasional menjadi semakin penting karena tumbuhnya kekuatan ekonomi di  Amerika Serikat yang pada akhirnya muncul semakin banyaknya perusahaan multinasional (multinational corporation) atau MNC yang beroperasi di berbagai negara  dan tumbuhnya di bidang produksi, pengembangan produk, pemasaran dan distribusi.

     Di samping itu pasar modal juga tumbuh pesat yang ditunjang dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sehingga memungkinkan transaksi di pasar modal internasional berlangsung secara real time basis, dan operasi transaksi melintasi batas-batas Negara dan juga pelaporan di tunjukkan kepada pengguna yang berlokasi di Negara selain Negara perusahaan.
    Fungsi  akuntansi internasional sebagai alat untuk menyajikan informasi khususnya yang bersifat keuangan dalam kaitannya dengan kegiatan sosial ekonomi dalam suatu komunitas masyarakat tertentu.
     Dan tahun-tahun belakangan ini akuntansi internasional semakin rumit karena terdapat perbedaan-perbedaan dalam budaya, praktik bisnis, struktur politik dan perundang-undangan, sistem hukum, nilai mata uang, tingkat inflasi lokal, resiko bisnis, dan hukum pajak seluruhnya. 

    Soal 3 :
    Apakah tujuan melakukan klasifikasi sistem akuntansi ?
    Jawab Soal 3 :
    Klasifikasi itu termasuk dasar untuk memahami dan menganalisa mengapa dan bagaimana sistem akuntansi nasional berbeda-beda. Klasifikasi termasuk cara untuk melihat dunia.
    Tujuan klasifikasi sistem akuntansi yakni untuk mengelompokkan sistem akuntansi keuangan menurut karekteristik khususnya klasifikasi yang mengungkapkan standar dasar dimana anggota-anggota kelompok memiliki kesamaan dan yang membedakan kelompok-kelompok yang beraneka ragam satu sama lain. Maka dengan mengenali kesamaan dan perbedaan tersebut, pemahaman akan tentang sistem akuntansi akan lebih baik. 

    Soal 4 :
    Apakah perbedaan nasional dalam praktek akuntansi dapat dijelaskan lebih baik oleh faktor  budaya atau oleh faktor ekonomi dan hukum? Mengapa?
    Jawab Soal 4 :
    Pembedaan yang didasarkan pada sistem hukum relatif kurang jelas di beberapa negara yang tidak tegas pada peraturan hukumnya. Sedang faktor budaya sudah jelas. Tiap negara pasti memiliki sikap budaya yang berbeda dalam melakukan praktik akuntansinya. Begitu pula dalam faktor ekonomi. Negara berkembang tentu berbeda dalam sistem penerapan praktik akuntansinya ketimbang dengan negara yang sudah maju.
    Karena pembedaan antara penyajian wajar dan kesesuaiana hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi seperti :
    •  Depresiasai dimana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi ( penyajian wajar ) atau jumlah yang diperbolehkan untuk tujuan pajak ( kepatuhan hukum )
    •  Sewa guna usaha yang memiliki subtansi pembelian aktiva tetap ( property ) diperlakukan seperti itu ( penyajian wajar ) atau diperlakukan seperti sewa guna usaha operasi yang biasa ( kepatuhan hukum )
    •  Pension dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh karyawan ( penyajian wajar ) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat anda berhenti bekerja ( kepatuhan hukum )
     Budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Variabel budaya mendasari pengaturan kelembagaan di suatu negara (seperti sistem hukum). Hofstede mendasari empat dimensi budaya nasional (nilai sosial) yaitu: Individualisme, Jarak kekuasaan, Penghindaran ketidakpastian, dan  Maskulinitas.
     Berdasarkan hasil analisis Hofstede, Gray mengusulkan suatu kerangka kerja yang menghubungkan budaya dan akuntansi, Ia mengusulkan empat dimensi nilai akuntansi yang mempengaruhi praktik pelaporan keuangan suatu negara, yaitu:
    •  Profesionalisme versus ketetapan wajib pengendalian: preferensi terhadap pertimbangan profesional individu dan regulasi sendiri kalangan profesional dibandingkan terhadap kepatuhan dengan ketentuan hukum yang telah ditentukan.
    • Keseragaman versus fleksibilitas: preferensi terhadap keseragaman dan konsistensi dibandingkan fleksibilitas dalam bereaksi terhadap suatu keadaan tertentu.
    • Konservatisme versus optimisme: suatu preferensi dalam memilih pendekatan yang lebih bijak untuk mengukur dan mengatasi segala ketidakpastian di masa depan, daripada memilih pendekatan yang sekadar optimis namun beresiko.
    • Kerahasiaan versus transparansi: preferensi atas kerahasiaan dan pembatasan informasi usaha menurut dasar kebutuhan untuk tahu dibandingkan dengan kesediaan untuk mengungkapkan informasi kepada publik.

    Soal 5 :
    Dikebanyakan negara, standar akuntansi keuangan yang diterbitkan berbeda dengan yang digunakan dalam praktek. Apa penyebab timbulnya perbedaan tersebut dan siapa yang harus memperhatikan perbedaan tersebut
    Jawab Soal 5 :
    Penetapan standar akuntansi umumnya melibatkan penggabungan sector swasta dan public.Hubungan antara sector akuntansi dan praktik akuntansi sangat rumit dan tidak selalu bergerak dalam arah yang sama. Praktik dapat mempengaruhi oleh kekuatan pasar, seperti yang berkaitan dengan kompetisi terhadap dana terhadap dana pasar modern

    Jumat, 06 Desember 2013

    KODE ETIK AKUNTANSI

    KODE ETIK AKUNTANSI

    Kode etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian, yaitu:
    1. Prinsip Etika
    Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota.

    2. Aturan Etika
    Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan.

    3. Interpretasi Aturan Etika
    Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.

    Menurut Mulyadi (2001:53), kode etik akuntan Indonesia memuat delapan prinsip etika, yaitu:
    1. Tanggungjawab profesi
    2. Kepentingan publik
    3. Integritas
    4. Obyektivitas
    5. Kompetensi dan kehati-hatian professional
    6. Kerahasiaan
    7. Perilaku professional
    8. Standar teknis

    Sehubungan dengan perkembangan yang terjadi dalam tatanan global dan tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar atas penyajian Laporan Keuangan, IAPI merasa adanya suatu kebutuhan untuk melakukan percepatan atas proses pengembangan dan pemutakhiran standar profesi yang ada melalui penyerapan Standar Profesi International. Sebagai langkah awal IAPI telah menetapkan dan menerbitkan Kode Etik Profesi Akuntan Publik, yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2010. Untuk Standar Profesional Akuntan Publik, Dewan Standar Profesi sedang dalam proses “adoption” terhadap International Standar on Auditing yang berlaku efektif 2011.

    Kode Etik Profesi Akuntansi Publik yang baru saja diterbitkan oleh IAPI menyebutkan 5 prinsip-prinsip dasar etika profesi, yaitu:
    1. Prinsip Integritas
    2. Prinsip Obyektivitas
    3. Prinsip Kompetensi serta Sikap Kecermatan dan Kehati-hatian Profesional
    4. Prinsip Kerahasiaan
    5. Prinsip Perilaku Profesional

    Dalam hal ini, akan dibahas salah satu prinsip kode etik profesi akuntansi yaitu prinsip objektivitas. Secara garis besar pengertian prinsip objektivitas pada prinsip kode etik profesi akuntansi yang lama sama dengan yang baru.

    Obyektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain.

    Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka dalam berbagai situasi. Anggota dalam praktik public memberikan jasa atestasi, perpajakan serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan, melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri, pendidikan dan pemerintahan. Mereka juga mendidik dan melatih orang-orang yang ingin masuk ke dalam profesi. Apapun jasa atau kapasitasnya, anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas.
     
    Prinsip obyektivitas mengharuskan praktisi untuk tidak membiarkan subjektivitas, benturan kepentingan atau pengaruh yang tidak layak dari pihak-pihak lain mempengaruhi pertimbangan professional atau pertimbangan bisnisnya. Praktisi mungkin dihadapkan pada situasi yang dapat mengurangi objektivitasnya.

    Dalam menghadapi situasi dan praktik yang secara spesifik berhubungan dengan aturan etika sehubungan dengan obyektivitas, pertimbangan yang cukup harus diberikan terhadap faktor-faktor beriku:
    Adakalanya anggota dihadapkan kepada situasi yang memungkinkan mereka memoriam tekanan-tekanan yang diberikan kepadanya. Tekanan ini dapat menggangu obyektivitasnya. Adalah tidak praktis untuk menyatakan dan menggambarkan semua situasi di mana tekanan-tekanan ini mungkin terjadi. Ukuran kewajaran (reasonableness) harus digunakan dalam menentukan standar untuk mengindentifikasi hubungan yang mungkin atau kelihatan dapat merusak obyektivitas anggota. Hubungan-hubungan yang memungkinkan prasangka, bias atau pengaruh lainnya untuk melanggar obyektivitas harus dihindari. Anggota memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa orang-orang yang terlibat dalam pemberian jasa professional mematuhi prinsip obyektivitas.

    Anggota tidak boleh menerima atau menawarkan hadiah atau entertainment yang dipercaya dapat menimbulkan pengaruh yang tidak pantas terhadap pertimbangan professional mereka atau terhadap orang-orang yang berhubungan dengan mereka. Anggota harus menghindari situasi-situasi yang dapat membuat posisi professional mereka ternoda.

    Referensi:

    Senin, 02 Desember 2013

    Trik Membuat Pelanggan Terkesan dengan Layanan Bisnis



    Trik Membuat Pelanggan Terkesan dengan Layanan Bisnis

    Jakarta -Pernahkah Anda merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama? Bagaimanakah rasanya? Pastinya anda akan merasakan sesuatu yang bergemuruh di dalam dada, bahkan jika harus membayangkannya pastinya anda akan senyum-senyum sendiri kala melihat betapa manis dan indahnya senyuman sang pujaan hati.

    Rasanya sungguh luar biasa, terlebih jika kisah cinta tersebut mempunyai akhir yang manis, dan petualangan cinta tersebut berakhir indah di pelaminan. Begitu manisnya.

    Sekarang kita berlanjut ke sebuah kalimat. Coba baca sekilas daftar hewan antara lain bebek, ayam, monyet, kura-kura, angsa, anjing, tikus, kecoak, kerbau, beruang, itik, kambing, burung, sapi, harimau, singa, naga.

    Jika diingat-ingat kembali daftar hewan di atas, apa dua hewan yang paling Anda ingat?

    Kemungkinan besar “bebek” dan “naga”. Kenapa? Karena biasanya bagian paling awal dan akhir lah yang selalu diingat. Begitu juga dengan sebuah hubungan percintaan, awal dan akhir lah yang menjadi sebuah memori yang diingat.

    Dari pemaparan di atas antara awal dan akhir tidak begitu beda hubungannya dengan sebuah pelayanan di sebuah usaha. Di dalam pelayanan ada dua momen krusial (awal dan akhir) yang selalu dialami oleh customer.

    Yang pertama adalah jika bagian awal itu baik atau bagus, maka customer tersebut akan merasakan feel good terhadap perusahaan anda. Yang kedua adalah jika bagian awal itu tidak bagus, maka customer pun sudah mulai memasang ‘tameng’ sehingga apa yang anda tawarkan pun akan langsung ‘mental’ dan tidak akan diterima.

    SUMBER : DETIK.COM

    4 Cara Dapatkan Rumah Dengan Harga 'Miring'



    4 Cara Dapatkan Rumah Dengan Harga 'Miring'

    Jakarta -Kenaikan harga rumah subsidi atau rumah murah akan berdampak semakin sulitnya masyarakat bawah mendapatkan rumah yang layak. Namun masih ada cara untuk menggapai mimpi Anda dalam memiliki rumah murah.

    Dengan sedikit kesabaran, ketelitian, banyak mencari referensi, berikut ini ada tips untuk Anda berburu rumah murah

    Mencari Rumah di Pinggiran kota. Ada kecenderungan rumah yang berada di pinggiran kota Jakarta, misalnya harga rumahnya lebih ramah di kantong. Tentu Anda bisa membandingkan bukan harga rumah di wilayah pusat Jakarta dengan rumah yang berada di daerah Bekasi tentu harganya akan berbeda.

    Mencari Rumah Dengan Cara Lelang. Rumah lelang biasanya lebih murah jika dibandingkan dengan harga rumah yang bisa di tawarkan karena rumah yang dilelang ini adalah hasil dari mereka yang tak mampu membayar kredit. Lelang rumah ini seperti yang diketahui banyak dilakukan oleh bank.

    Cari rumah yang sudah berusia tua, maksudnya disini Anda dapat mencari rumah yang sudah tua usianya, namun masih layak untuk ditempati oleh Anda beserta keluarga. Tapi patut juga Anda perhatikan soal di mana rumah tua itu berada, pasalnya terkadang harga rumah walau sudah tua harganya akan melonjak jika berada di lokasi yang strategis.

    Prioritas dan Perbandingan. Setelah Anda mengumpulkan rumah murah impian ada baikmnya jika Anda memilah-milah mana rumah yang menurut Anda sebagai rumah terbaik untuk dibeli. Sebelumnya buatlah daftar perbandingan antara harga rumah, lokasi, kelengkapan surat dan lain-lainnya.

    Rumahku adalah media properti online yang memberikan informasi tentang jual beli dan sewa properti seperti rumah dijual, sewa apartemen, dan lainnya, anda juga dapat dengan mudah memasang iklan rumah dijual gratis di Rumahku.com.

    SUMBER : DETIK.COM