Rabu, 23 April 2014

Diakusisi Mandiri, Nasib KPR BTN Dipertanyakan

Diakusisi Mandiri, Nasib KPR BTN Dipertanyakan

Jakarta -Bank Tabungan Negara (BTN) selama ini identik dengan Kredit Pemilikan Rumah alias KPR. BTN memang banyak memfasilitasi KPR. Bank ini juga merupakan salah satu bank penyalur KPR bersubsidi yang disebut Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Akhir pekan lalu, muncul kabar mengejutkan. Dimulai dari pernyataan Dahlan Iskan, Menteri BUMN, yang menyebutkan BTN akan menjadi anak perusahaan Bank Mandiri. Kabar ini ternyata benar, dan kini sedang disiapkan skema untuk akusisi.

Pertanyaan besar pun muncul? Sebagai anak usaha Bank Mandiri nantinya, apakah BTN akan tetap menjadi bank yang rajin menyalurkan KPR dan FLPP?

Ahmad Erani Yustika, Guru Besar Ekonomi Universitas Brawijaya, menilai sedikit banyak nantinya BTN akan terbawa arus dan lebih fokus ke bisnis inti induknya yaitu kredit korporasi. "Core dari Bank Mandiri adalah kredit korporasi. Walau ada argumentasi bahwa BTN tetap mengurus KPR, sedikit banyak nantinya bisa terpengaruh juga," tuturnya.

BTN, lanjut Erani, dikhawatirkan tidak lagi fokus dalam pembiayaan bidang perumahan, terutama kepada masyarakat menengah-bawah.

"Padahal kita punya masalah di bidang itu. Masih banyak orang yang kesulitan mengakses pembiayaan perumahan. Itu yang harus diperhatikan, apakah BTN tetap akan melayani pembiayaan rumah terutama untuk segmen menengah-bawah?" papar Erani.

Oleh karena itu, Erani berpendapat sebaiknya BTN tetap berdiri sendiri dan diperkuat agar mampu melayani segmen KPR dengan lebih maksimal. Penguatan modal BTN bisa dengan berbagai cara seperti penyertaan dari pemerintah, penerbitan obligasi, dan sebagainya. "Pembiayaan perumahan harus ditangani dengan fokus dan serius," ujarnya
Namun kekhawatiran tersebut dibantah oleh sejumlah pihak. Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Bank Mandiri, menegaskan bahwa BTN tidak akan kehilangan identitasnya itu. Bahkan BTN akan semakin kuat dalam penyaluran KPR karena memperoleh suntikan modal dari induknya.

Bagi Bank Mandiri, memiliki BTN yang ‘bermain’ di segmen KPR juga menguntungkan. Bank Mandiri akan memiliki portofolio kredit yang lebih terdiversifikasi.

“Belajar dari krisis 1998, 2003, 2005, dan 2008, jangan punya portofolio hanya satu. Nanti dia bahaya, harus diversifikasi. Jadi ini bukan ambisisi, tapi diversifikasi," kata Budi.

Dahlan pun optimistis penyaluran KPR oleh BTN bisa lebih kuat lagi jika sudah menjadi anak usaha Bank Mandiri. Jika didiamkan seperti sekarang, justru program penyaluran kredit perumahan akan terhambat karena keterbatasan modal BTN.

“Dari sisi BTN, kalau dibiarkan tidak akan ada berubahan, stagnan, tidak mungkin masalah perumahan itu bisa diatasi. Dengan adanya satu grup dengan Bank Mandiri, maka BTN juga akan menjadi besar," tutur Dahlan.

Sedangkan dari sisi Bank Mandiri, Dahlan menambahkan bank dengan aset terbesar di Indonesia itu bisa makin bersaing dengan bank-bank besar berskala internasional.

Sumber : Detik.com

Selasa, 22 April 2014

Tugas Akuntansi Internasional 2

Nama : Indah Fajar Fitriana
Npm  : 23210492
Kelas  : 4EB16

Pertanyaan  1 :
Apa cakupan dari istilah informasi yang melihat masa depan?
Jawaba 1:
·         Laporan rencana manajemen dan tujuan operasi di masa depan.
·         Ramalan pendapatan, laba rugi, laba rugi per tahun ( EPS ), pengeluaran modal, dan juga pos keuangan lainnya.
·         Informasi prospektif mengenai kinerja atau posisi ekonomi masa depan yang tidak terlalu pasti bila dibandingkan dengan proyeksi pos, periode fiskal, dan proyeksi jumlah 

Pertanyaan 2 :
Jelaskan secara singkat perbedaan antara pengukuran akuntansi dan pengungkapan akuntansi. Dari dua proses akuntansi ini manakah yang menurut anda akan menunjukan kemajuan inovatif besar selama 10 tahun mendatang?Mengapa?
Jawana 2 :
·         Pengungkapan akuntansi yaitu di dalam pengungkapan akuntansi mampu menyatakan bahwa pengungkapan itu merupakan aspek kualitatif dan hanya bisa di nilai oleh para ahlinya saja.
·         Pengukuran akuntansi yaitu di dalam pengukuran akuntansi hanya sebatas informasi murni yang belum pernah di olah menjadi informasi yang siap digunakan.
Menurut saya yang akan menunjukan kemajuan inovatif selama 10 tahun adalah pengungkapan akuntansi, karena tanpa adanya pengungkapan maka sebuah informasi tidak akan bisa berguna bagi siapa pun.

Dalam pengungkapan mampu menyatakan bahwa pengungkapan merupakan aspek kualitatif dan hanya dapat di nilai oleh para ahli di bidangnya. Sedangkan dalam Pengukuran hanya sebatas informasi murni yang belum di olah menjadi informasi yang siap di gunakan. jadi pengungkapan menjadi lebih penting, karena tanpa pengungkapan informasi menjadi tidak akan berguna.

Pertanyaan 3 :
Jelaskan alasan – alasan perusahaan dengan operasi luar negeri melakukan translasi?
Jawaban 3 :
·         Alasan-alasan perusahaan untuk melakukan translasi disebabkan karena perusahaan dengan operasi luar negeri yang signifikan menyusun laporan keuangan konsolidasi yang memungkinkan para pembaca laporan untuk mendapatkan pemahaman yang holistic atas operasi perusahaan, baik domestic dan luar negeri. Guna mencapai hal tersebut, laporan keuangan anak perusahaan luar negeri yang berdenominasi dalam mata uang asing disajikan ulang dengan mata uang pelaporan induk perusahaan. Proses penyajian ulang informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya dinamakan translasi.

Pertanyaan 4 :
Sebutkan Keuntungan dan Kerugian dari translasi?
Jawaban 4 :
PSAK No.10 menyatakan keuntungan dan kerugian akibat translasi harus dinyatakan dalam perhitungan laba rugi periode dimana kurs mengalami perubahan. Bila timbulnya dan penyelesaian suatu transaksi berada dalam suatu periode akuntansi yang sama maka seluruh selisih kurs diakui dalam periode tersebut. Namun, jika timbulnya dan diselesaikannya suatu transaksi berada dalam beberapa periode transaksi, maka selisih kurs harus diakui untuk setiap periode dengan memperhitungkan perubahan kurs untuk masing-masing periode.
·         Penagguhan
Dikeluarkannya penyesuaian translasi dari laba periode sekarang umumnya dianjurkan karena penyesuaian ini hanyalah hasil dari proses penyajian ulang.Perubahan nilai ekuivalen mata uang domestik dari aktiva bersih anak perusahaan luar negeri tidak direalisasikan dan tidak berpegaruh terhadap arus kas mata uang lokal yang dihasilkan dari entitas asing.
·         Penangguhan dan Amortisasi
Beberapa pihak mendukung penangguhan keuntungan atau kerugian translasi dan melakukan amortisasi penyesuaian selama masa pos-pos neraca terkait. 
·         Penangguhan Parsial
Keuntungan atau kerugian translasi adalah dengan mengakui kerugian sesegera mungkin setelah terjadi, tetapi mengakui keuntungan hanya setelah direalisasikan.Penangguhan translasi semata-mata hanya karena merupakan keuntungan, tetap mengabaikan terjadinya perubahan kurs.
·         Tidak Ditangguhkan
Untuk mengakui keuntungan dan kerugian translasi dalam laporan laba rugi sesegera mungkin. Pilihan ini memandang penangguhan dalam bentuk apapun bersifat palsu dan cenderung menyesatkan.

Pertanyaan 5 :
Apa saja yang harus diungkapkan oleh perusahaan yang melakukan pelaporan?
Jawaban 5 :
·         Investor sebagai pengguna laporan keuangan membutuhkan informasi dalam pengambilan keputusan untuk membeli, menahan, atau menjual investasi tersebut. Mereka juga membutuhkan informasi kemampuan perusahaan untuk membayar deviden sehingga perusahaan harus dapat melaporkan informasi – informasi yang diperlukan tersebut.


Sabtu, 15 Maret 2014

Tugas Akuntansi Internasional 1

TUGAS AKUNTANSI INTERNASIONAL

Nama   : Indah Fajar Fitriana
NPM   : 23210492
Kelas   : 4 EB16

Soal 1 :
Akuntansi dapat dianggap memiliki tiga komponen : pengukuran, pengungkapan dan auditing. Apakah keuntungan dan kerugian dari klasifikasi ini ? Dapatkah anda menyarankan klasifikasi alternatif yang mungkin berguna ?
Jawab Soal 1 :
a. Pengukuran 
 Pengukuran adalah proses mengidentifikasi, mengelompokkan dan menghitung aktivitas ekonomi dan transaksi, memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas dan operasi.
  • Keuntungan : Dapat memberikan informasi secara lebih terinci.
  • Kerugian : Informasi yang diberikan tidak menyeluruh, hanya mencakup profitabilitas dan kekuatan posisi keuangan suatu perusahaan
    b. Pengungkapan
     Proses mengkomunikasikan kepada para pengguna.
    • Keuntungan :  Informasi yang diberikan tepat sasaran kepada para pengguna yang diharapkan
    • Kerugian :  Pengungkapan hanya berpusat pada isu-isu, sehingga belum sesuai dengan fakta yang ada
     c. Auditing
    Proses atestasi terhadap keandalan pengukuran dan komunikasi.
    • Keuntungan : Dapat mengevaluasi kesalahan yang terjadi dalam laporan keuangan dan dapat mengetahui kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam suatu perusahaan.
    • Kerugiaan :  Jika auditing dilakukan oleh auditor internal hasil auditnya kemungkinan subjektif karena dapat mengikuti permintaan manajemen. Dan jika auditing dilakukan oleh auditor eksternal akan membutuhkan biaya yang besar untuk menyewa jasa auditor eksternal.
     d. Saran klasifikasi
    Saran klasifikasi alternatif yang berguna adalah auditing, karena adanya auditing dapat mengevaluasi kinerja perusahaan dari laporan keuangannya dan apabila terjadi kesalahan dapat dijadikan bahan pembelajaran untuk kedepannya. 

    Soal 2 : 
    Mengapa masalah-masalah akuntansi internasional semakin penting dan rumit dalam tahun-tahun belakangan ini ?
    Jawab Soal 2 :  
    Dalam dunia seperti ini, investasi dan pendanaan pembiayaan di warnai oleh implikasi-implikasi internasional. Saat ini akuntansi telah berkembang pada tahap kedewasaan menjadi suatu aspek integral dari bisnis dan keuangan global. Fungsi akuntansi yang demikian penting dalam kehidupan bisnis dan keuangan, menunjukan bahwa akuntansi dalam masyarakat bisnis atau internasional melakukan fungsi saja.
    Akuntansi internasioanl memiliki peranan yang serupa dengan konteks yang lebih luas, dimana lingkup pelaporannya adalah untuk perusahaan multinasional dengan transaksi dan operasi lintas batas negara atau perusahaan dengan kewajiban pelaporan kepada para pengguna laporan di negara lain.
     Saat ini akuntansi  beroperasi antara lain dalam lingkungan perilaku, sektor publik dan internasional. Akuntansi menyediakan informasi bagi pasar modal baik domestik maupun internasional. Akuntansi telah meluas kedalam area konsultasi manajemen dan melibatkan lebih besar porsi teknologi dalam sistem dan prosedurnya. 
    Akuntansi internasional sangat penting karena dalam akuntansi internasional mempelajari prinsip-prinsip akuntansi untuk memahami laporan keuangan secara internasional dan budaya  usaha yang mendasarinya.
    Akuntansi internasional menjadi semakin penting karena tumbuhnya kekuatan ekonomi di  Amerika Serikat yang pada akhirnya muncul semakin banyaknya perusahaan multinasional (multinational corporation) atau MNC yang beroperasi di berbagai negara  dan tumbuhnya di bidang produksi, pengembangan produk, pemasaran dan distribusi.

     Di samping itu pasar modal juga tumbuh pesat yang ditunjang dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sehingga memungkinkan transaksi di pasar modal internasional berlangsung secara real time basis, dan operasi transaksi melintasi batas-batas Negara dan juga pelaporan di tunjukkan kepada pengguna yang berlokasi di Negara selain Negara perusahaan.
    Fungsi  akuntansi internasional sebagai alat untuk menyajikan informasi khususnya yang bersifat keuangan dalam kaitannya dengan kegiatan sosial ekonomi dalam suatu komunitas masyarakat tertentu.
     Dan tahun-tahun belakangan ini akuntansi internasional semakin rumit karena terdapat perbedaan-perbedaan dalam budaya, praktik bisnis, struktur politik dan perundang-undangan, sistem hukum, nilai mata uang, tingkat inflasi lokal, resiko bisnis, dan hukum pajak seluruhnya. 

    Soal 3 :
    Apakah tujuan melakukan klasifikasi sistem akuntansi ?
    Jawab Soal 3 :
    Klasifikasi itu termasuk dasar untuk memahami dan menganalisa mengapa dan bagaimana sistem akuntansi nasional berbeda-beda. Klasifikasi termasuk cara untuk melihat dunia.
    Tujuan klasifikasi sistem akuntansi yakni untuk mengelompokkan sistem akuntansi keuangan menurut karekteristik khususnya klasifikasi yang mengungkapkan standar dasar dimana anggota-anggota kelompok memiliki kesamaan dan yang membedakan kelompok-kelompok yang beraneka ragam satu sama lain. Maka dengan mengenali kesamaan dan perbedaan tersebut, pemahaman akan tentang sistem akuntansi akan lebih baik. 

    Soal 4 :
    Apakah perbedaan nasional dalam praktek akuntansi dapat dijelaskan lebih baik oleh faktor  budaya atau oleh faktor ekonomi dan hukum? Mengapa?
    Jawab Soal 4 :
    Pembedaan yang didasarkan pada sistem hukum relatif kurang jelas di beberapa negara yang tidak tegas pada peraturan hukumnya. Sedang faktor budaya sudah jelas. Tiap negara pasti memiliki sikap budaya yang berbeda dalam melakukan praktik akuntansinya. Begitu pula dalam faktor ekonomi. Negara berkembang tentu berbeda dalam sistem penerapan praktik akuntansinya ketimbang dengan negara yang sudah maju.
    Karena pembedaan antara penyajian wajar dan kesesuaiana hukum menimbulkan pengaruh yang besar terhadap banyak permasalahan akuntansi seperti :
    •  Depresiasai dimana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi ( penyajian wajar ) atau jumlah yang diperbolehkan untuk tujuan pajak ( kepatuhan hukum )
    •  Sewa guna usaha yang memiliki subtansi pembelian aktiva tetap ( property ) diperlakukan seperti itu ( penyajian wajar ) atau diperlakukan seperti sewa guna usaha operasi yang biasa ( kepatuhan hukum )
    •  Pension dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh karyawan ( penyajian wajar ) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat anda berhenti bekerja ( kepatuhan hukum )
     Budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Variabel budaya mendasari pengaturan kelembagaan di suatu negara (seperti sistem hukum). Hofstede mendasari empat dimensi budaya nasional (nilai sosial) yaitu: Individualisme, Jarak kekuasaan, Penghindaran ketidakpastian, dan  Maskulinitas.
     Berdasarkan hasil analisis Hofstede, Gray mengusulkan suatu kerangka kerja yang menghubungkan budaya dan akuntansi, Ia mengusulkan empat dimensi nilai akuntansi yang mempengaruhi praktik pelaporan keuangan suatu negara, yaitu:
    •  Profesionalisme versus ketetapan wajib pengendalian: preferensi terhadap pertimbangan profesional individu dan regulasi sendiri kalangan profesional dibandingkan terhadap kepatuhan dengan ketentuan hukum yang telah ditentukan.
    • Keseragaman versus fleksibilitas: preferensi terhadap keseragaman dan konsistensi dibandingkan fleksibilitas dalam bereaksi terhadap suatu keadaan tertentu.
    • Konservatisme versus optimisme: suatu preferensi dalam memilih pendekatan yang lebih bijak untuk mengukur dan mengatasi segala ketidakpastian di masa depan, daripada memilih pendekatan yang sekadar optimis namun beresiko.
    • Kerahasiaan versus transparansi: preferensi atas kerahasiaan dan pembatasan informasi usaha menurut dasar kebutuhan untuk tahu dibandingkan dengan kesediaan untuk mengungkapkan informasi kepada publik.

    Soal 5 :
    Dikebanyakan negara, standar akuntansi keuangan yang diterbitkan berbeda dengan yang digunakan dalam praktek. Apa penyebab timbulnya perbedaan tersebut dan siapa yang harus memperhatikan perbedaan tersebut
    Jawab Soal 5 :
    Penetapan standar akuntansi umumnya melibatkan penggabungan sector swasta dan public.Hubungan antara sector akuntansi dan praktik akuntansi sangat rumit dan tidak selalu bergerak dalam arah yang sama. Praktik dapat mempengaruhi oleh kekuatan pasar, seperti yang berkaitan dengan kompetisi terhadap dana terhadap dana pasar modern

    Jumat, 06 Desember 2013

    KODE ETIK AKUNTANSI

    KODE ETIK AKUNTANSI

    Kode etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian, yaitu:
    1. Prinsip Etika
    Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota.

    2. Aturan Etika
    Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan.

    3. Interpretasi Aturan Etika
    Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.

    Menurut Mulyadi (2001:53), kode etik akuntan Indonesia memuat delapan prinsip etika, yaitu:
    1. Tanggungjawab profesi
    2. Kepentingan publik
    3. Integritas
    4. Obyektivitas
    5. Kompetensi dan kehati-hatian professional
    6. Kerahasiaan
    7. Perilaku professional
    8. Standar teknis

    Sehubungan dengan perkembangan yang terjadi dalam tatanan global dan tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar atas penyajian Laporan Keuangan, IAPI merasa adanya suatu kebutuhan untuk melakukan percepatan atas proses pengembangan dan pemutakhiran standar profesi yang ada melalui penyerapan Standar Profesi International. Sebagai langkah awal IAPI telah menetapkan dan menerbitkan Kode Etik Profesi Akuntan Publik, yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2010. Untuk Standar Profesional Akuntan Publik, Dewan Standar Profesi sedang dalam proses “adoption” terhadap International Standar on Auditing yang berlaku efektif 2011.

    Kode Etik Profesi Akuntansi Publik yang baru saja diterbitkan oleh IAPI menyebutkan 5 prinsip-prinsip dasar etika profesi, yaitu:
    1. Prinsip Integritas
    2. Prinsip Obyektivitas
    3. Prinsip Kompetensi serta Sikap Kecermatan dan Kehati-hatian Profesional
    4. Prinsip Kerahasiaan
    5. Prinsip Perilaku Profesional

    Dalam hal ini, akan dibahas salah satu prinsip kode etik profesi akuntansi yaitu prinsip objektivitas. Secara garis besar pengertian prinsip objektivitas pada prinsip kode etik profesi akuntansi yang lama sama dengan yang baru.

    Obyektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain.

    Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka dalam berbagai situasi. Anggota dalam praktik public memberikan jasa atestasi, perpajakan serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan, melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri, pendidikan dan pemerintahan. Mereka juga mendidik dan melatih orang-orang yang ingin masuk ke dalam profesi. Apapun jasa atau kapasitasnya, anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas.
     
    Prinsip obyektivitas mengharuskan praktisi untuk tidak membiarkan subjektivitas, benturan kepentingan atau pengaruh yang tidak layak dari pihak-pihak lain mempengaruhi pertimbangan professional atau pertimbangan bisnisnya. Praktisi mungkin dihadapkan pada situasi yang dapat mengurangi objektivitasnya.

    Dalam menghadapi situasi dan praktik yang secara spesifik berhubungan dengan aturan etika sehubungan dengan obyektivitas, pertimbangan yang cukup harus diberikan terhadap faktor-faktor beriku:
    Adakalanya anggota dihadapkan kepada situasi yang memungkinkan mereka memoriam tekanan-tekanan yang diberikan kepadanya. Tekanan ini dapat menggangu obyektivitasnya. Adalah tidak praktis untuk menyatakan dan menggambarkan semua situasi di mana tekanan-tekanan ini mungkin terjadi. Ukuran kewajaran (reasonableness) harus digunakan dalam menentukan standar untuk mengindentifikasi hubungan yang mungkin atau kelihatan dapat merusak obyektivitas anggota. Hubungan-hubungan yang memungkinkan prasangka, bias atau pengaruh lainnya untuk melanggar obyektivitas harus dihindari. Anggota memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa orang-orang yang terlibat dalam pemberian jasa professional mematuhi prinsip obyektivitas.

    Anggota tidak boleh menerima atau menawarkan hadiah atau entertainment yang dipercaya dapat menimbulkan pengaruh yang tidak pantas terhadap pertimbangan professional mereka atau terhadap orang-orang yang berhubungan dengan mereka. Anggota harus menghindari situasi-situasi yang dapat membuat posisi professional mereka ternoda.

    Referensi:

    Senin, 02 Desember 2013

    Trik Membuat Pelanggan Terkesan dengan Layanan Bisnis



    Trik Membuat Pelanggan Terkesan dengan Layanan Bisnis

    Jakarta -Pernahkah Anda merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama? Bagaimanakah rasanya? Pastinya anda akan merasakan sesuatu yang bergemuruh di dalam dada, bahkan jika harus membayangkannya pastinya anda akan senyum-senyum sendiri kala melihat betapa manis dan indahnya senyuman sang pujaan hati.

    Rasanya sungguh luar biasa, terlebih jika kisah cinta tersebut mempunyai akhir yang manis, dan petualangan cinta tersebut berakhir indah di pelaminan. Begitu manisnya.

    Sekarang kita berlanjut ke sebuah kalimat. Coba baca sekilas daftar hewan antara lain bebek, ayam, monyet, kura-kura, angsa, anjing, tikus, kecoak, kerbau, beruang, itik, kambing, burung, sapi, harimau, singa, naga.

    Jika diingat-ingat kembali daftar hewan di atas, apa dua hewan yang paling Anda ingat?

    Kemungkinan besar “bebek” dan “naga”. Kenapa? Karena biasanya bagian paling awal dan akhir lah yang selalu diingat. Begitu juga dengan sebuah hubungan percintaan, awal dan akhir lah yang menjadi sebuah memori yang diingat.

    Dari pemaparan di atas antara awal dan akhir tidak begitu beda hubungannya dengan sebuah pelayanan di sebuah usaha. Di dalam pelayanan ada dua momen krusial (awal dan akhir) yang selalu dialami oleh customer.

    Yang pertama adalah jika bagian awal itu baik atau bagus, maka customer tersebut akan merasakan feel good terhadap perusahaan anda. Yang kedua adalah jika bagian awal itu tidak bagus, maka customer pun sudah mulai memasang ‘tameng’ sehingga apa yang anda tawarkan pun akan langsung ‘mental’ dan tidak akan diterima.

    SUMBER : DETIK.COM